Search Results
34 hasil ditemukan dengan pencarian kosong
- News (List) | FORINA
Latest News 17 Mar 2023 5 most promising Fintech startups This is placeholder text. To change this content, double-click on the element and click Change Content. Read More 21 Mar 2023 Gadget review: release of new Airy Pods This is placeholder text. To change this content, double-click on the element and click Change Content. Read More 22 Mar 2023 Best smart wearables of 2023 This is placeholder text. To change this content, double-click on the element and click Change Content. Read More 19 Mar 2023 How technology can help curb attention disorders This is placeholder text. To change this content, double-click on the element and click Change Content. Read More 18 Mar 2023 Entering a new era of IoT This is placeholder text. To change this content, double-click on the element and click Change Content. Read More 20 Mar 2023 Long-term benefits of clean energy sources This is placeholder text. To change this content, double-click on the element and click Change Content. Read More
- FORINA - Forum Konservasi Orangutan Indonesia
Selamat datang di FORINA, Forum Konservasi Orangutan Indonesia, sebuah platform yang didedikasikan untuk melindungi dan melestarikan orangutan serta habitatnya melalui sinergi dan kolaborasi dalam kerja konservasi. Sinergi dan Kolaborasi Untuk Orangutan Indonesia Selamat datang di FORINA - Forum Konservasi Orangutan Indonesia! Kami adalah forum multipihak yang menyatukan energi dan ide dari berbagai pihak untuk satu tujuan yaitu melindungi orangutan dan habitat hutan yang menjadi rumahnya. Sejak berdiri pada 2009, FORINA bergerak sebagai ruang kolaborasi, tempat berbagi gagasan, pengetahuan, pengalaman, dan strategi konservasi. Kami percaya bahwa upaya menjaga orangutan akan lebih kuat jika dilakukan bersama, melalui pendekatan yang terbuka, partisipatif, dan saling mendukung. Dari kampanye kesadaran publik hingga mendorong kebijakan yang berpihak pada konservasi, FORINA terus mendorong langkah-langkah yang berdampak dan berkelanjutan. Karena setiap aksi, sekecil apa pun, bisa jadi bagian dari perubahan besar untuk masa depan orangutan dan hutan Indonesia. Tentang FORINA Mission Statement FORINA berkomitmen untuk mempromosikan konservasi orangutan Indonesia melalui peningkatan kesadartahuan, advokasi kebijakan, dan dukungan berkelanjutan. Kami memfasilitasi sinergi dan kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, sektor swasta, dan dunia pendidikan untuk memastikan kelangsungan hidup orangutan dan keberlanjutan lingkungan Indonesia. Fakta Orangutan Orangutan di Indonesia dilindungi oleh Undang-Undang No. 32 Tahun 2024, P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 T entang Jenis Tumbuhan dan Satwa Dilindungi >78% Habitat Orangutan ada di Luar Kawasan Konservasi Artinya sebagian besar hutan tempat tinggal orangutan tidak berada di area yang resmi dilindungi, seperti taman nasional atau suaka margasatwa. Akibatnya, habitat ini lebih rentan terhadap alih fungsi lahan, penebangan, dan aktivitas manusia lainnya yang mengancam kelangsungan hidup orangutan. Perlindungan yang lebih luas sangat dibutuhkan agar habitat mereka tetap aman. 13710 Sumatra 760 Tapanuli 57360 Kalimantan Bersama untuk Orangutan Orangutan tidak bisa bicara, tapi kita bisa jadi suaranya. Di FORINA, kami bukan hanya bicara konservasi, kami menghubungkan banyak suara: peneliti, komunitas, pelaku usaha, pemerintah, hingga generasi muda. Forum ini dibangun atas dasar kolaborasi, karena perlindungan orangutan tidak bisa dilakukan sendiri. FORINA menjadi ruang bertemu dan bertumbuh bersama untuk menyusun strategi, berbagi solusi, dan mendorong aksi nyata. Bukan sekadar menyelamatkan satwa, tapi juga memastikan hutan tetap hidup, untuk orangutan, dan untuk kita semua. Lihat Orangutan di Indonesia Program FORINA Penguatan Jaringan Peningkatan Kapasitas Kampanye dan Penyadartahuan Kolaborasi Multispesies Dukungan Kebijakan Orangutan Life Youths Komunitas anak muda dibawah naungan FORINA yang peduli terhadap konservasi orangutan dan hutan Indonesia. Lewat aksi kreatif, edukasi, dan kolaborasi, OLY jadi ruang bagi generasi muda untuk terlibat langsung dalam menjaga alam. Klik tombol di bawah ini untuk mengenal OLY lebih dekat! Lebih Lanjut Laporan Baca laporan lengkap tentang kegiatan konservasi orangutan yang telah dilakukan oleh FORINA. Selengkapnya PHVA 2016 Panduan Panduan ini berisi langkah-langkah penting untuk berkontribusi dalam konservasi orangutan di Indonesia. Selengkapnya Bayi Orangutan Itu Manja Banget? Ini Yang Dinamakan Ikatan Ibu dan Anak Orangutan yang Mengharukan! Orangutan dikenal sebagai salah satu hewan paling cerdas di dunia, tetapi ada satu hal lain yang membuat mereka begitu istimewa: ikatan... Ikhlas Afiif 16 Sep 2025 Orangutan Makan Pisang Doang? Eits, Menu Orangutan Jauh Lebih Beragam Lho! Kalau dengar kata “orangutan,” banyak orang langsung kepikiran dengan pisang. Padahal, pisang bukanlah makanan utama mereka. Di hutan... Ikhlas Afiif 15 Sep 2025 Perdagangan Orangutan, Ancaman Nyata bagi “Petani Hutan”! Source: Orangutan Orangutan bukan hanya primata yang cerdas dan menggemaskan, tetapi juga memegang peran penting dalam menjaga... Ikhlas Afiif 12 Sep 2025 Kabar Orangutan Anda dapat membaca kabar seputar orangutan disini . Anda bisa membantu kami untuk melestarikan Orangutan di Indonesia Dukung FORINA
- Entering a new era of IoT | FORINA
< Back Entering a new era of IoT Derek Wells 18 Mar 2023 This is placeholder text. To change this content, double-click on the element and click Change Content. This is placeholder text. To change this content, double-click on the element and click Change Content. Want to view and manage all your collections? Click on the Content Manager button in the Add panel on the left. Here, you can make changes to your content, add new fields, create dynamic pages and more. Your collection is already set up for you with fields and content. Add your own content or import it from a CSV file. Add fields for any type of content you want to display, such as rich text, images, and videos. Be sure to click Sync after making changes in a collection, so visitors can see your newest content on your live site. Previous Next
- Berita | FORINA
FORINA Dukung Komunitas Hatabosi Raih Kalpataru 2020 untuk Kearifan Lokal Menjaga Habitat Orangutan Di lereng Gunung Sibual-buali, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, terdapat komunitas adat Hatabosi yang dikenal akan komitmennya... 3 menit membaca Aksi Damai di Kejaksaan Tinggi Sumut, Suara untuk Orangutan dan Kelestarian Hutan Pada Senin, 4 September 2023, berbagai organisasi konservasi bergabung dalam aksi damai di depan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara.... 2 menit membaca FORINA Sends a Letter to the Head of Langkat District Prosecutor’s Office Regarding the Possession of Protected Wildlife On September 3, 2023, FORINA, along with several member organizations from the NGO Chamber, sent an official letter to the Head of the... 2 menit membaca
- Best smart wearables of 2023 | FORINA
< Back Best smart wearables of 2023 Sean Michaels 22 Mar 2023 This is placeholder text. To change this content, double-click on the element and click Change Content. This is placeholder text. To change this content, double-click on the element and click Change Content. Want to view and manage all your collections? Click on the Content Manager button in the Add panel on the left. Here, you can make changes to your content, add new fields, create dynamic pages and more. Your collection is already set up for you with fields and content. Add your own content or import it from a CSV file. Add fields for any type of content you want to display, such as rich text, images, and videos. Be sure to click Sync after making changes in a collection, so visitors can see your newest content on your live site. Previous Next
- Peningkatan Kapasitas | FORINA
Peningkatan Kapasitas FORINA berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas para pemangku kepentingan dalam konservasi orangutan, terutama bagi anggota FORINA, generasi muda, dan kelompok masyarakat. Program peningkatan kapasitas ini mencakup pelatihan, workshop, dan pendampingan yang dirancang untuk memperkuat kemampuan teknis dan manajerial dalam upaya konservasi. Kami juga fokus pada pengembangan kapasitas generasi muda, memberikan mereka bekal ilmu dan keterampilan agar dapat menjadi agen perubahan dalam upaya pelestarian orangutan di masa depan. Melalui upaya peningkatan kapasitas yang berkelanjutan, kami berupaya menciptakan kekuatan kolektif yang dapat mendukung keberhasilan pelestarian orangutan dan ekosistemnya.
- 5 most promising Fintech startups | FORINA
< Back 5 most promising Fintech startups Jess Wilder 17 Mar 2023 This is placeholder text. To change this content, double-click on the element and click Change Content. This is placeholder text. To change this content, double-click on the element and click Change Content. Want to view and manage all your collections? Click on the Content Manager button in the Add panel on the left. Here, you can make changes to your content, add new fields, create dynamic pages and more. Your collection is already set up for you with fields and content. Add your own content or import it from a CSV file. Add fields for any type of content you want to display, such as rich text, images, and videos. Be sure to click Sync after making changes in a collection, so visitors can see your newest content on your live site. Previous Next
- Kontak | FORINA
Alamat Alamat Informasi Kontak Alamat Wellspaces Kemang Jl. Bangka XII No.4, Jakarta, 12720. Indonesia Email connect@forina.id Social Media Nama Email Subjek Pesan Kirim Terima kasih!
- Kampanye dan Peyadartahuan | FORINA
Kampanye dan Penyadartahuan Kami secara aktif menjalankan kampanye dan penyadartahuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya konservasi orangutan. Kampanye ini mencakup berbagai inisiatif, seperti kegiatan edukasi di sekolah, seminar publik, kampanye media sosial, dan pelibatan lembaga dan komunitas lokal. Melalui penyebaran informasi yang mudah dipahami dan relevan, kami berupaya mengajak masyarakat luas untuk terlibat langsung dalam upaya perlindungan orangutan dan habitatnya. Kami berharap dapat membangun kesadaran yang lebih mendalam terhadap dampak konservasi terhadap masa depan orangutan dan keanekaragaman hayati Indonesia dengan menekankan pentingnya tindakan kolektif dan perubahan perilaku.
- How technology can help curb attention disorders | FORINA
< Back How technology can help curb attention disorders Sarah Jones 19 Mar 2023 This is placeholder text. To change this content, double-click on the element and click Change Content. This is placeholder text. To change this content, double-click on the element and click Change Content. Want to view and manage all your collections? Click on the Content Manager button in the Add panel on the left. Here, you can make changes to your content, add new fields, create dynamic pages and more. Your collection is already set up for you with fields and content. Add your own content or import it from a CSV file. Add fields for any type of content you want to display, such as rich text, images, and videos. Be sure to click Sync after making changes in a collection, so visitors can see your newest content on your live site. Previous Next
- Tentang FORINA | FORINA
Tentang FORINA FORINA merupakan forum independen yang didirikan untuk mengupayakan pelestarian orangutan Indonesia agar dapat hidup harmonis dengan manusia. FORINA kini beranggotakan lebih dari 160 anggota, termasuk pemerintah, universitas, sektor swasta, akademisi, serta pemerhati orangutan. Kami memfasilitasi dialog dan kerja sama antara semua pemangku kepentingan untuk menciptakan solusi inovatif dan praktis. Melalui dukungan dan keterlibatan Anda, kami berupaya mewujudkan masa depan di mana orangutan dapat hidup dalam ekosistem yang seimbang dan sehat. Dengan sinergi dan kolaborasi, kita dapat memastikan bahwa orangutan Indonesia tetap menjadi bagian penting dari warisan alam Indonesia. Visi Visi FORINA adalah terwujudnya kelestarian orangutan dan habitatnya melalui sinergitas peran serta para pihak. Misi Mempromosikan konservasi orangutan Indonesia. Meningkatkan kesadartahuan konstituen konservasi orangutan. Memfasilitasi advokasi kebijakan konservasi orangutan. Memfasilitasi sinkronisasi dan sinergitas upaya konservasi orangutan. Memfasilitasi dukungan untuk kegiatan konservasi orangutan. FORINA menerapkan prinsip-prinsip dasar dalam setiap implementasi program, yaitu: FORINA merupakan wadah pemersatu dan selalu berupaya untuk mendorong sinergi para pihak dalam upaya konservasi orangutan. FORINA menjalankan peran sebagai unsur perekat bagi seluruh pemangku kepentingan dalam konservasi orangutan. Oleh karenanya, FORINA menyediakan ruang yang netral bagi para pemangku pihak yang terkait dengan konservasi orangutan. FORINA merupakan wahana komunikasi, berbagi pengetahuan, informasi, pengalaman dan pembelajaran dalam program konservasi orangutan. Sebagai forum konservasi orangutan di Indonesia, FORINA selalu berupaya untuk mendorong gerakan sosial, menggalang partisipasi masyarakat dan dukungan publik dalam upaya konservasi orangutan. FORINA menjunjung tinggi prinsip kemitraan dan kolaborasi, sehingga tidak menjadi pelaksana program di lapangan, melainkan bermitra dengan organisasi lokal di tingkat regional atau tapak. Keanggotaan FORINA terdiri atas empat kamar, yaitu: Kamar Pemerintah Kamar Pemerhati / Universitas Kamar Lembaga Swadaya Masyarakat Kamar Swasta (Perusahaan) Badan Pengurus FORINA Periode 2022-2027 Ketua Aldrianto Priadjati Sekretaris Suci Utami Atmoko Bendahara I Yonata Mustika Syarief Bendahara II Ermayanti Badan Pengawas Ketua Darmawan Liswanto Anggota Yusa Prasetia Anggota Nardiyono Anggota Iman Sapari Koordinator Kamar Anggota Kamar Akademisi/Pemerhati Hendrik Segah Kamar Swasta IBW Putra Kamar LSM Masrizal Saraan Kamar Pemerintah Anas Yulfan Pelaksana Harian Direktur Eksekutif Ronna Saab Manajer Program Fajar Saputra Manager Keuangan & Administrasi Kharisma Ibrahim
- PHVA 2016 | FORINA
Population and Habitat Viability Assessment (PHVA) Orangutan 2016 Rangkaian kegiatan analisis kelangsungan hidup populasi dan habitat (Population and Habitat Viability Analysis/ PHVA) orangutan sumatera (Pongo abelii) dan orangutan kalimantan (Pongo pygmaeus), dimulai sejak 2015, dan ditutup dengan lokakarya pada bulan Mei 2016 di Bogor, Jawa Barat, Indonesia. Setelah melalui beberapa proses penyutingan, dokumen hasil analisis ini diterbitkan pada 2019. Kemudian, hasil dari PHVA Orangutan 2016 digunakan sebagai acuan utama dalam penyusunan Strategi dan Rencana Aksi Konservasi Orangutan (SRAK) 2019-2029, sebagai pengganti SRAK 2007-2017 yang telah berakhir. Rangkaian kegiatan analisis ini terlaksana atas kerjasama Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia dengan Forum Orangutan Indonesia (FORINA), Orangutan Foundation-United Kingdom, IUCN SSC Primate Specialist Group, IUCN SSC Conservation Breeding Specialist Group, juga didukung oleh lembaga-lembaga dan para praktisi-pemerhati konservasi orangutan. Berdasarkan hasil PHVA Orangutan, saat ini diperkirakan terdapat 71.820 individu orangutan yang tersisa di Pulau Sumatera dan Borneo (Kalimantan, Sabah dan Serawak) di habitat seluas 17.460.600 hektar. Populasi tersebut tersebar ke dalam 52 metapopulasi dan hanya 38% di antaranya diprediksi akan lestari (viable) dalam 100-500 tahun ke depan. Sejak dikaji pada PHVA 2004 yang lalu, kajian tentang populasi dan distribusi orangutan sumatera (Pongo abelii) yang dilakukan semakin berkembang dan lebih rinci. Popoulasi dan distribusi orangutan sumatera dari yang semula diprediksi ada 6.667 individu, tersebar di habitat seluas 703.100 hektar pada batas ketinggian di bawah 800 m dpl, saat ini populasinya diperkirakan ada 14.470 individu dan menempati habitat seluas 2.155.692 hektar. Saat ini orangutan sumatera dapat dijumpai di habitat sampai dengan ketinggian 1.500 m dpl, tersebar di 10 metapopulasi. Dari 10 metapopulasi tersebut, hanya dua populasi di antaranya yang diprediksi akan lestari (viable) dalam waktu 100-500 tahun kedepan, itupun di lokasi pelepasliaran di Jantho (Aceh Tenggara) dan Bukit Tigapuluh (Jambi). Lain di Sumatera lain pula di Borneo. Saat ini orangutan borneo (Pongo pygmaeus) diperkirakan terdapat 57.350 individu, menempati habitat seluas 16.013.600 hektar yang tersebar di 42 kantong populasi. Sekitar 18 individu di antaranya diprediksi akan lestari dalam waktu 100-500 tahun ke depan. Kondisi ini memperbaharui fakta 10 tahun lalu yang menyebutkan bahwa populasi orangutan borneo diprediksi sekitar 54.817 individu pada habitat seluas 8.195.000 hektar. Selain itu, terdapat juga populasi orangutan borneo yang hidup di satu bentang alam yang habitatnya saling terhubung dengan Malaysia, yaitu populasi dari sub-jenis Pongo pygmaeus pygmaeus yang ada di metapopulasi Taman Nasional Betung Kerihun - Batang Ai-Lanjak Entimau, Taman Nasional Klingkang Range-Sintang Utara serta Taman Nasional Bungoh - Hutan Lindung Penrisen. Untuk itu, perlu adanya kerjasama konservasi orangutan dan habitatnya antara Indonesia dan Malaysia untuk melindungi populasi ini. Berdasarkan kajian kelangsungan hidup populasi (Population Viability Analysis/PVA), angka minimum populasi orangutan kalimantan yang dapat bertahan dalam suatu habitat adalah 200 individu dengan kemungkinan kepunahan kurang dari 1% dalam 100 tahun, kurang dari 10% dalam kurun waktu 500 tahun. Dan, dibutuhkan 500 individu untuk menjaga kualitas dan variasi genetika. Dari segi habitat, banyak metapopulasi orangutan kalimantan yang terfragmentasi dan membutuhkan koridor agar terhubung dengan metapopulasi lainnya. Kondisi populasi orangutan yang menurun ini menunjukkan peningkatan ancaman kelestarian orangutan dan habitatnya, sebagai akibat dari konversi hutan yang merupakan habitat orangutan. Selain itu, tingginya frekuensi aktivitas penyelamatan (rescue) dan konfiskasi juga menambah deret ancaman terhadap kelestarian orangutan. Oleh karena itu, perlindungan kawasan konservasi kebutuhan serius disamping juga penerapan praktik-praktik pengelolaan terbaik (best management practices) di dalam wilayah konsesi yang menjadi habitat orangutan. Final Report: Orangutan Population and Habitat Viability Assessment 2016 dapat didownload disini Orangutan Sumatera (Pongo Abelii) The 1993 PHVA Report The 2001 Orangutan Reintroduction and Protection Workshop report The 2002 Orangutan Conservation and Reintroduction Workshop report The 2004 PHVA Orangutan Workshop Report The Indonesian Orangutan Conservation Strategies and Action Plan 2007 – 2017 IUCN/SSC Best Practice Guidelines for the Reintroduction of Great Apes IUCN/SSC Reintroductions and Other Conservation Translocations IUCN/SSC Manual of Procedures for Wildlife Disease Risk Assessment IUCN/SSC Guidelines for the Placement of Confiscated Animals Sumatran Orangutan Conservation Action Plan 2005 Mapping perceptions of species’ threats and population trends to inform conservation effort: the Bornean orangutan case study. Recommendation on Conservation Unit of Orangutan in the Context of Re-introduction, 2015 Orangutan population biology, life history, and conservation. Marshall et al 2011. Sabah Orangutan Action Plan 2012-2016. Summary of National Monitoring and Evaluation of Indonesian Orangutan Conservation Strategic and Action Plan 2007-2017 in 2013. Distribution and conservation status of the orang-utan (Pongo spp.) on Borneo and Sumatra: How many remain? Land-cover changes predict steep declines for the Sumatran orangutan (Pongo abelii), 2016 Understanding the impacts of land-use policies on a threatened species: Is there a future for the Bornean Orang-utan? Reintroduction of confiscated and displaced mammals risks outbreeding and introgression in natural populations, as evidenced by orang-utans of divergent subspecies Projecting genetic diversity and population viability for the fragmented orang-utan population in the Kinabatangan floodplain, Sabah, Malaysia.